Sanad dan Madrasah Keilmuan Ahlul Bait, dalam Pandangan Ahlusunnah Waljamaah

Sanad dan Madrasah Keilmuan Ahlul Bait, dalam Pandangan Ahlusunnah Waljamaah

Oleh : Fauzan Asim

Sanad keilmuan Ahlul Bait hampir semuanya dari jalur Imam Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, diantaranya; Pertama, madrasah tarbiyah Imam karamallahu wajhahu dari jalur muridnya, Sidi Hasan Albashri kepada Sidi Habib Al-ajamy diwariskan kepada Dawud At-thai Qadasallahu Sirrahu diwariskan pada Imam Sarry Assqty qs diwariskan kepada Imam Junaid Al-Baghdadi dan silsilah keilmuan ini terus diwariskan dari masa kemasa, sampai menjadi beberapa madrasah besar dengan sanad bersambung dan yang paling terkenal yang melalui jalur ini adalah Sidi Abdul Qadir Jailany mempunyai madrasah tarbiyah yang dinamakan tariqah qadiriyah, Sidi Ahmad Rifai madrasah tarbiyahnya dinamakan tariqah rifaiyah, dan Sultanul Arifin Syaikhul Akbar Muhyidin Ibnu Araby madrasah tarbiyahnya dinamakan tariqah akbariyah, madrasah ini kebanyakan tersebar di Iraq, Mesir, Syam dan Asia Tenggara.

Kedua, dari sanad keluarga yang terbagi kepada dua kelompok besar; Kelompok pertama, dari jalur Sayidina Hasan bin Ali alaihimassalam diwariskan kepada Sayiduna Jabir bin Abdullah radiyallahu ‘anhu diwariskan pada Sidi Said Alghazwany rahmatullah alaihi diwariskan kepada Abu Muhammad Fath Assuud qadasallahu sirrahu, dan terus diwariskan dari masa kemasa sehingga lahir beberapa madrasah besar dalam tarbiyah ruhaniyah diantara yang paling terkenal adalah qutubuzaman Abi Hasan Asy-syazili madrasah yang beliau dirikan kemudian dikenal sebagai tariqah syaziliyah, diantara tokoh besar dari tariqat ini Sidi Abul Abbas, Sidi Ibnu Athailah Al-askandary, Sidy Muhammad Al-hasyimy (beberapa riwayat Alhasyimi) Ad-dimasyqi, kebanyakan tersebar di Maghrib Araby dan Syam.
Kelompok kedua, dari jalur Sayiduna Husein Radiyallahu ‘anhu diwariskan kepada putra satu-satunya yang selamat dari pembantaian karbala Imam Assujjad Ali Zainal Abidin alahisalam diwariskan pada anaknya, ada dua anaknya mencapai rutbah imamah dalam keilmuan (disini letak perbedaan sunni dan sebagian syiah, sebagian mazhab syiah menganggap imam berarti maksum sehingga qaulnya jadi hujjah selevel sunnah sedangkan pada mazhab sunni imamah berarti alim mencapai level ijtihad, qaul imam adalah ijthad, sunni mengakui keimaman mereka tapi tidak mengakui kemaksuman imam) dan akhirnya terbagi pada dua mazhab besar;

Pertama Zaid bin Ali alaihisalam, kemudian dikenal dengan madrasah zaidiyah atau lebih dikenal syiah zaidiyah salah satu ciri khasnya adalah uslub muhajajah dengan kezaliman mereka tidak pernah diam karena mengikuti manhaj Imam Zaid dalam menghadapi kazaliman dinasti Umawiyin saat itu. Karena kejelasan sanad keilmuan ini makanya mazhab ini dianggap satu dari 8 mazhab yang diakui dalam piagam Amman (persatuan sunni dan syiah).

Yang kedua, melalui Imam Muhammad Baqir dengan madrasahnya dikenal dengan mazhab baqiriyah, beliau mewariskan mazhabnya kepada Imam Jakfar As-sadiq. Imam Jakfar mempunyai 3 orang anak yang mencapai level imam, diantaranya; Imam Ismail bin Jakfar, kepadanya lah syiah ismailiyah dinisbahkan, dulu sempat menjadi mayoritas syiah dengan dinasti fathimiyahnya, sekarang sedikit sekali yang tersisa di Saudi Arabia, Pakistan, dll, tak banyak yang alim dari mereka, sehingga mazhab fiqh mereka tidak dianggap dalam piagam amman.

Selanjutnya adalah Imam Musa Alkazim, dari jalur inilah lahirnya mazhab jakfariyah yang dinisbahkan kepada ayah dari Imam Musa Al-kazim yaitu Imam Jakfar Ash-shadiq, mereka dikenal dengan mazhab syiah imamiyah atau isna asyarah dengan konsep 12 imam maksum, yang merupakan keturanan dari Imam Musa Alkazim, sampai kepada imam ke 12 yaitu Muhammad Almahdi bin Hasan Al-askary, setelah itu dalam keyakinan imamiyah memasuki masa ghaibubah sughra dengan menghilangnya Imam Mahdi untuk menghindari kezaliman raja (khalifah) saat itu. Akan tetapi mazhabnya tidak hilang, menurut mazhab imamiyah, ilmu Imam Mahdi diwariskan kepada 4 sufara (utusan) yang utama tapi bukan dari ahlul bait mereka yait Usman bin Said, Muhammad bin Usman, Muhammad bin Ruh, Ali bin Muhammad Assamary.

Awalnya mazhab imamiyah terkenal dengan mengambil jalur dialog menghadapi raja yang zalim, namun untuk menhindari tragedi besar, sampai masuk ke periode baru dengan meninggalnya ke 4 safir dinamakan masa ghaibubah kubra, lalu sejalan beriringnya waktu ada satu permasalahan paling banyak didiskusikan dalam mazhab imamiyah, apakah boleh ada imam sebelum imam mahdi keluar dari masa persembunyiannya mereka terpecah menjadi 2 mazhab; Pertama, membolehkan adanya imam ini, yang merupakan cikal bakal konsep wilayatul faqih, yang kemudian dipopulerkan Ayatullah Khomeini dan mazhab ini sekarang adalah mayoritas syiah tapi terbagi dua pertama mereka yang mewajibkannya seperti di Iran. Namun ada juga yang mengatakan boleh itu semata ijtihad seperti Ayatullah Sayyid Al-amin. Kedua, kelompok yang mengatakan tidak boleh sama sekali ada imam sebelum munculnya almahdi. Salah satu yang paling terkenal adalah Marja Ayatullah Syirazi yang saat ini berpusat dilondon.

Sekedar catatan mengapa ulama sunni, dalam piagam amman (persatuan sunni dan syiah) masih menganggap mazhab imamiyah sebagai satu dari 8 mazhab fiqh islami yang diakui dan dianggap sebagai khazanah fiqh islamy, karena mazhab ini mempunyai sanad, terlepas dari perbedaan apakah 4 safir yang meriwayatkan dari Imam Mahdi bin Hasan Al-askary tsiqah atau lemah, mazhab sunni mengatakan lemah, mazhab imamiyah mengatakan kuat, biasa itu dalam dunia keilmuwan perbedaam terhadap penilaian tashih wa tadh’if, tapi terlepas dari perbedaan ini, mazhab ahlussunnah mengakui keberadaan fiqh jakfariyah sebagai satu dari 8 mazhab fiqh islami.

Yang terakhir dari 3 anak Imam Jakfar adalah Imam Ali Uraizy bin Imam Jakfar Ash-shadiq, mazhab ini terus diwariskan salah satu yang terkenal adalah Imam Ali Muhajir, karena hijrahnya beliau dari konflik politik dan menyepi kedaerah Yaman, di daerah Hadramaut. Makanya disana banyak ahlul bait, karena keturunan dari Imam Ali Uraizy, beliau memilih menjauh dari politik berbeda dengan mazhab zaidiyah yang memilih melawan atau baqiriyah yang memilih berdialog, makanya ciri khas madrasah ini dan ulama habaib hadramaut sampai sekarang adalah menjauhi pertikaian politik dan fokus pada pendidikan umat. Ciri khas lain adalah adat memakai pisau (khinjar) dipinggang, karena walaupun sudah menjauh mereka tetap jadi incaran para mulkan adhud (raja zalim) pada masa itu, mereka akhirnya selalu waspada dengan selalu membawa pisau kemanapun mereka pergi, akhirnya menjadi adat, tapi beda dengan madrasah imamiyah dan ismailiyah, madrasah ini beraqidah ahlusunnah wal jamah madrasah imam ali muhajir terus diwariskan dari masa kemasa sehingga muncul madrasah besar dalam tarbiyah ruhiyah diantara yang paling terkenal adalah madrasah Tariqah Ali Ba’lawy yang saat ini tersebar di Asia Tenggara, Yaman dan Hijaz diantara tokoh terkenal adalah Imam Mujadi Alhaddad di Indonesia wirid beliau sangat terkenal dengan nama ratib alhadad, tokoh ternama dizaman ini Habib Umar bin Hafiz, Habib Ali Aljufry, dll.

Dari sini bisa kita liat madrasah yang menisbahkan kepada Ahlulbait yang sanadnya berpusat kepada Imam Ali Karamallahu Wajhahu terpecah menjadi dua bagian sunni dan syiah, kedua mazhab tersebut memiliki sanad dari jalur ahlul bait, dimana syiah kebanyakan menjadi mazhab aqidah dan fiqh (sahih menurut mazhab syiah), sedangkan yang sunni kebanyakan menjadi madrasah pada tazkiyatun nafs atau ilmu hati karena Sayidina Ali terkenal sebagai salah seorang murid Rasulullah paling zuhud dan sudah sepantasnya menjadi Imam para sufi, atau yang biasa lebih dikenal dengan tariqah sufiyah alawiyah, salah satu ciri khasnya adalah zikir dengan lisan dan anggota badan kemudian puncaknya kehati.

Berbeda dengan mazhab lain dalam tazkiyatun nafs, yaitu zikir hati yang puncaknya amal, yang dikenal dengan mazhab shiddiqiyah. Karena dinisbahkan kepada sang kekasih Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Salam yaitu Sayidina Abu Bakar As-shiddiq Radhiyaahu ‘anhu. ilmu tazkiyatun nafs yang beliau dapatkan dari Nabi yang kemudian diturunkan kepada Sayidina Salman Alfarisi Radhiyallahu ‘anhu, dan kemudian diwariskan kepada muridnya yang merupakan salah satu fuqaha sabah Muhammad bin Qasim bin Abu Bakar As-shiddiq Rahmatullah ‘alaih. Ilmu terus diwarisakan dari tsiqah kepada tsiqah sampai kepada Abu Yazid Al-bustami qs selanjutnya thariqah ini lebih dikenal dengan yazidiyah nisbah kepada Abu Yazid, lalu terus di wariskan, banyak madrasah yang muncul dalam mazhab ini dan yang paling terkenal adalah tariqah naqsyabandiyah, nisbah pada Syah Bahaudin Naqsybandy qa, diantara ulama terkenal dalam mazhab ini adalah Mujadid Syah Waliyullah Ad-dahlawi, Syeikh Khalid Naqsyabandy, Syeikh Abdullah Ad-daghestany, Syeikh Ahmad Kuftaro, Syeikh Mula Said Ramadhan Albuty, Syeikh Nazim Alhiqany, Abuya muda wali Alkhalidy, dll, rahmatullah alaihim. Mazhab ini tersebar luas di asia tengah, asia tenggara, anak benua, eropa, rusia, turki, kurdistan, sampai ke Aceh dan banyak daerah lainnya.

Begitulah sanad keilmuan dan madrasah yang dinisbahkan kepada ahlul bait. Ahlul bait bukan milik sekte tertentu tapi milik umat semua islam, semua umat islam wajib mencintai ahlul bait, baik sunni maupun syiah mengambil ilmu dari ahlul bait, dan semua ilmu ahlul bait ujungnya kepada habibi Rasulullah saw. Diajarkan oleh Jibril Alaihis Salam, diwahyukan Rabbul Izzati Azza Wajalla.

Beginilah pandangan ahlusunnah waljamaah, setiap madrasah memiliki sanad dan nama perawi (Syeikh Murabby yang mewarisi ilmunya dari gurunya sampai ke Rasulullah). Hampir setiap orang yang terkenal pada masanya, pasti ada tarjamahnya. Dari sinilah kita bisa menilai siapa, atau madrasah apa, yang kebenaran sampai kepada Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam atau pun sebaliknya. Dari sini pula, para ulama menimbang mazhab dan tariqah yang muktabarah ataupun tidak, jangan dianggap banyaknya madrasah itu merupakan perpecahan umat tapi hanya nisbah kepada sekolah, aku sekolah di sekolah A kamu di B, intinya satu semua dari Allah swt dan semua dari Rasulullah saw. Wallahua’lam

Leave a Reply